Laman

Selasa, 27 November 2012

Sihir Pulau Berhala I

Nekad dan Tekad, itulah sebuah kata tepat dilekatkan untuk mengawali petualangan saya ini. Tak pernah terpikir sebelumnya bahwa saya akan menyinggahi sebuah pulau terluar yang terletak di selat Malaka ini, Pulau Berhala. Awalnya hanya sebuah impian iseng yang kemudian terwujud dengan lantang. Dengan Bismillah, saya memulai segalanya. 

Seminggu sebelum keberangkatan, banyak hal yang membuat saya ingin membatalkan keinginan ini. Salah satunya adalah hukum fiqh untuk muslimah tentang safar (perjalanan jauh). Dalam sebuah hadits, Ibnu Abbas radliyallahu 'anhu berkata, aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda dalam khotbahnya,

"Janganlah seorang laki-laki menyendiri dengan seorang wanita kecuali ada mahram yang menyertainya. Dan janganlah seorang wanita bersafar kecuali bersama mahramnya." Ada seorang laki-laki berdiri lalu berkata, "sesungguhnya istriku pergi haji, sedangkan aku telah ditunjuk ikut dalam peperangan ini dan itu." Maka Nabishallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "pergilah engkau bersama istrimu." (muttafaq 'alaih).

Dari hadits ini, para ulama menyimpulkan, pada dasarnya wanita diharamkan bersafar tanpa disertai mahramnya. Kemudian hal ini saya tanyakan kepada Ustadzah saya di Ma'had, alhamdulillah setelah dijelaskan panjang lebar, kesimpulannya adalah rihlah (perjalanan) ini adalah sebuah safar yang mubah. Masalah pertama pun selesai. Tetapi ternyata masalah tidak cukup hanya itu saya, tanpa saya duga sebelumnya, sabahat saya yang sebelumnya kami telah sepakat untuk ikut travel ke Pulau Berhala mendadak membatalkan niatnya karena Ia tidak dapat izin dari orang tuanya. Ya Allah, tingkat dilema saya meningkat!!!

Seolah terkena sihir, saya tetap meneruskan langkah untuk pergi. Walaupun ini adalah pertama kalinya saya pergi rihlah tanpa ditemani oleh teman-teman yang saya kenal. Beberapa pertanyaan pun terlintas dipikiran saya. Apakah mereka dapat menerima penampilan saya seperti ini??

Dan di sinilah semua itu akan terjawab..

To be Continue....

Data Singkat Pulau Berhala
Di Kabupaten Serdang Bedagai terdapat Pulau Berhala yang secara administrasi berada di wilayah Kecamatan Tanjung Beringin tepatnya di Desa Bagan Kuala. Secara Geografis Pulau Berhala terletak pada koordinat 030 46‘ 38‘’ LU dan 990 30’ 03’’ BT di sebelah barat Pulau ini berbatasan dengan daratan Sumatera Utara sedangkan di sebelah timur berbatasan langsung dengan Semenanjung Malaysia. Jarak antara Pulau Berhala dengan Dermaga Desa Bagan Kuala (biasa disebut Dermaga TPI) adalah ± 22 Km sedangkan jarak antara Pulau Berhala dengan Pelabuhan Belawan ± 65 Km. Pulau Berhala diapit oleh 2 pulau kecil, yakni Pulau Sokong Nenek (pulau yang menyatu dengan pulau induk pada saat air surut dan memisah pada saat air pasang) yang terletak disebelah timur Pulau Berhala dan Pulau Sokong Siembang (Pulau yang berjarak ± 800 m sebelah barat Pulau Berhala). Di Pulau Berhala tidak terdapat penduduk (warga) yang menetap, yang ada hanya petugas KAMLA (Keamanan Laut) dari TNI-AL dan petugas Navigasi dari Departemen Perhubungan. Setelah diadakan pengukuran dengan metode Tracking dengan alat GPS Luas Pulau Berhala (pulau induk) adalah ± 44,57 Ha, luas Pulau Sokong Nenek ± 0,5 Ha dan luas Pulau Sokong Siembang ± 1,5 Ha. Mengenai bentuk Pulau Berhala, ada beberapa intrepretasi dan asumsi mengenai bentuknya, tergantung dengan metode apa digunakan untuk melihat bentuk Pulau berhala tersebut. Berikut ini menggambarkan asumsi bentuk Pulau berhala dengan metode Tracking dengan menggunakan alat GPS langsung di lapangan.

SECARA GEOGRAFIS
  • Luas  Pulau Induk : + 44,75 Ha
  • Luas Pulau Sokong Nenek: + 0,5 Ha
  • Luas Pulau Sokong Siembang: + 1,5 Ha  
  • Terletak Diposisi : 0346’ 38” Lintang Utara dan 9930’ 03” Bujur Timur
  • Panjang Garis Pantai: + 700 m
  • Pulau ini berbatasan dengan daratan Sumatera Utara di sebelah Barat dan Semenanjung Malaysia di sebelah Timur
RUTE PERJALANAN
Rute perjalanan kalau dari Medan Anda bisa menggunakan bus dan kemudian turun di jalan besar Sei Rampah dengan perjalanan sekitar satu jam. Rute berikutnya adalah menuju perkampungan nelayan. Bisa dengan menggunakan angkutan umum, ataupun ojek sepeda motor dengan waktu tempuh sekitar 10-15 menit.
Begitu sampai di tempat, Anda bisa menyewa kapal nelayan untuk menyebrang ke Pulau Berhala. Kenapa harus menyewa kapal nelayan? Pasalnya belum ada kapal penyeberangan khusus ke Pulau Berhala. Karena biaya sewa kapal yang cukup mahal, berkisar Rp 800 ribu – Rp 1,5 juta/malam, sebaiknya Anda ke sana bersama rombongan agar hemat biaya atau Anda ikut travel yang menawarkan perjalanan ke Pulau ini. Lama perjalanan di kapal nelayan ini dapat menghabiskan waktu sekitar 3-4 jam kita terombang-ambing di tengah lautan,,, Seru Bukan???

Yukz berpetualang ke Pulau Berhala....

8 komentar:

  1. Ditunggu uplod an poto2nya :D

    BalasHapus
  2. terima kasih atas informasinya... semangat terus menulis dan memajukan wisata sumut

    BalasHapus
  3. serius solo traveler? ajibbbb, kalah sayah

    BalasHapus
  4. hehe... yoi... tapi sampe t4 byk orang kok,,, ya coba-coba kenalan. eh terus malah ada secret admire

    BalasHapus
  5. Balasan
    1. yap, mungkin karena heran aja ngelihat jilbaber melalang buana sendiri.
      i'm not like the other, sesuatu gituh,,, hehe (agak kegeeran, maklum labil)

      Hapus